Hari ketiga di bulan ke delapan tahun dua ribu sebelas. Seharian ini aku berusaha merayu tubuhku untuk mengikuti kata hatiku. menyelesaikan tugas-tugas yang jika tidak selesai akan membunuhku perlahan-lahan. Lebih lagi, salah satu di antara sekian banyak tugas itu ada yang benar-benar sudah mematikan rasa bersalahku. Hanya memancing gerutuan dan makian. Hari pun bergulir dan tiba saatnya berbuka puasa. Adzan di sekitar tempat tinggalku menjadi alarm untuk segera bersiap menuju ke tempatku bergumul dan berjuang. Sesampaiku di sana, aku bertemu seorang teman. Kami berbicara seputar selebrasi. Selebrasi yang berkaitan dengan apresiasi. Dalam bingkai apresiasi, aku sependapat dengannya, bahwa selebrasi perlu. Tetapi, perbedaan pandang kami meruncing ketika dia berkata bahwa tanpa selebrasi yang berisi apresiasi, kinerja seseorang akan menurun dan lama-lama bisa padam. Dengan nada mengancam. Demi sesuatu yang entah apa namanya --yang jelas bukan demi hatiku-- aku m...
Komentar