Postingan

Menampilkan postingan dengan label muram

Loneliness

Gambar
P ernahkah kau bertemu seseorang yang selalu sendiri? Ya. Sendiri.  Bukan. Bukan sendiri karena  ketidakberadaan orang lain. Tapi sendiri dalam segala hal.  Sendiri walau bersama. Sendiri walau ramai. Sendiri walau ditemani. Aku pernah bertemu. Bukan saja bertemu. Aku menemaninya. Sungguh melelahkan. Namun pasti tak sebanding dengan menjadi dirinya.  Semua rasa tertelan sebelum dikecap. Semua cerita tergulung kusut sebelum direnda.  Di dalam dirinya seperti ada sebuah gua harta karun yang belum ditemukan petanya.  "Pernahkah kau merasa kesepian bahkan sebelum kau benar-benar sendiri?," 

Takut

Gambar
Takut... Banyak hal bermula dan bermuara padanya. Bermula dari rasa takut, aku tidak ingin mencoba sesuatu yang aku tidak tahu hasil akhirnya akan seperti apa. Takut pada apa? Kegagalan. Dicemooh. Tidak sesuai dengan yang diimpikan. kehilangan zona nyaman. Mencintai. Kehilangan. Takut. Takut. Takut. Bermuara pada rasa takut. Aku pernah mengalami sesuatu yang buruk di masa laluku karena terlalu berani dan berujung pada ketakutan. Dibohongi. Diracuni. Dibodohi. Ditunggangi. Dicintai. Dipenjara. Takut. Takut. Takut. Tunggu dulu... Ada yang salah dengan logikaku...

Belajar melupakan...

Hari ini, setelah sekian lama tidak bersua, sang sakit gigi menyapaku juga... Bahkan malam ini dia menemaniku semalaman. Aku yang hampir saja lupa rupa dan rasanya, harus membiasakan diri lagi dengan kehadiran sakit yang sudah jadi sahabatku sejak kecil. Pertemuan kami lagi, diawali ketika aku melihat sebuah mobil box putih berisi peralatan sejenis perbengkelan seperti tang, bor, tang, skrup, dua minggu yang lalu. Pemandangan itu menimbulkan sedikit rasa rindu pada sakit gigi. Dengan sedikit rayuan dari kasir penjaga mobil, aku mengikuti rasa rindu sekaligus penasaran. Ternyata, dua minggu yang lalu belum waktunya aku bertemu sang sakit. Dokter  perempuan paruh baya yang bertugas hari itu menyarankan untuk kembali lagi sesuai jadwal mobil box perawatan gigi keliling datang ke kampusku. Akhirnya, tepat dua minggu setelah rasa penasaran menyeruak, aku kembali berada di mobil box itu. Hanya saja dokternya sudah berbeda. Agak tidak cocok dengan p...

Bukan tentang coklat atau mawar

Gambar
Semalam, aku terlambat pergi tidur. Tak disangka, aku terhisap dalam ketertarikan baruku akan dunia blog-ngeblog ini. Jadilah pagi ini aku merasa terlalu cepat untuk bangun karena belum puas menikmati mimpi. Pagi tetap pagi, tak menunggu aku sadar dan terbangun. Matahari berusaha menembus celah-celah kusen jendela dan pintu kamarku, berusaha menarik perhatian mataku untuk memulai persahabatan. Inilah waktunya mataku bekerja keras untuk terbuka dan menyapa sinar. Untukku, memulai segala sesuatu itu sulit. Tapi setelah langkah pertama, langkah kedua ketiga dan seterusnya terasa lebih ringan. Ibarat memutar kran air yang sedang terkunci rapat, setelah berhasil memutarnya, maka tinggal menikmati kucuran yang mengalir. Demikian pula tubuh. Barulah setelah berhasil menyeret tubuh dan menyiramnya dengan air yang bermalam di bak kamar mandi, mata ini menemukan jalan menuju hakikatnya. (halaah..)