Postingan

jangan bodoh mencari jodoh

Gambar
Judul tulisan ini tak sengaja saya dapat ketika sedang mencari-cari buku di salah satu toko buku online.  Saya belum sempat menelusuri isi buku karya  Brili Agung Zaky Pradika   tersebut, tapi ijinkan saya meminjam judul ini untuk menuliskan preposisi tersendiri terhadap 'judul'nya, tanpa bermaksud sama sekali mengusik isi buku tersebut. Hanya meminjam judul yang menarik itu... (ijin ya, mas Brili..) Jujur, sampai saat ini, aku belum bisa memahami apa yang terjadi pada proses cinta pada pandangan pertama. Kepada perkembangan zaman dan segala pemikiran yang ada aku minta maaf, karena sampai saat ini aku termasuk orang yang heran dengan mereka yang mengatasnamakan cinta pada pandangan pertama lalu memutuskan untuk menikah setelah dua bulan menjalin hubungan. Aku tak sedang berusaha menyederhanakan cinta. Aku sangat mengagungkan cinta dengan seribu satu caranya menangkap setiap insan untuk menjadi korbannya. Tapi, menurutku, cinta pada pandangan pertama tak lebih dari day...

Hitungan Matematis yang tidak Matematis

Gambar
Dua bulan bahkan lebih telah berlalu sejak terakhir aku menulis... aku rindu menulis... aku rindu mencari-cari inspirasi dengan membaca semua novel yang ada atau menonton film-film yang aku suka... aku rindu berleyeh-leyeh di depan laptop bututku ini. Bahkan jika diperhitungkan secara ekonomis, iuran layanan akses internet sepuasnya yang aku bayar setiap bulan bersama dengan uang kosan hampir terbuang sia-sia selama dua bulan ini. Mengerjakan sesuatu yang dikejar deadline seperti yang sedang kulakukan sekarang menyita hampir lima puluh persen waktuku. Lima puluh persennya lagi sudah menjadi jatah di pekerjaanku yang sebelumnya. Maka, jika masih menggunakan hitungan matematis, tidak ada yang tersisa untukku, untuk kesenangan-kesenanganku. Pulang bekerja dari tempat 2, harus lanjut lagi ke tempat 1. Jika tidak harus pergi ke tempat 1, maka aku akan melemburkan diri mengerjakan apa yang bisa dikerjakan di tempat 2. Jika tidak begitu, akan lebih lama masa kerjaku di tempat 2. Ini bukan ...

"Tidak Normal"

Gambar
Aku membuka hari ini dengan rutinitas sebagai perempuan yang menyambut tamu rutinnya dengan gembira. Bulan kemarin, tamu rutin yang otomatis menambah waktu mandi ini tidak mendatangiku.  Sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bagiku, karena siklusku tidak diatur oleh hitungan hari dan bulan melainkan skala stres di kepalaku. Bulan Februari, yang sering diidentikkan dengan cinta tidak lantas membuat skala stresku di bawah rata-rata. Februari jadi titik tolak bagiku atas perubahan hidup yang ekstrim . Dengan segenap kesadaran penuh aku menikmati angka 8 mencapai 9 yang menunjukkan skala stresku. Sebelum perubahan itu, hampir dikatakan hidupku berjalan 'sangat indah'. Waktu ada dalam genggamanku, dapat kupakai sesukaku atau dibuang sesenangku. Analogi terbaliknya adalah seorang peziarah di gurun pasir yang memperlakukan air.

Sosok Mereka

Gambar
Setiap sosok mereka hadir, hari-hariku yang biasanya berjalan dengan rutinitas baku  berubah hampir 100 derajat.. Bukan karena terpaksa, tapi tubuhku seperti terhipnotis ke dalam suasana yang membuatku merasa masih seperti gadis kecil yang belum pantas memikirkan dunia... Dikotomi antara dunia rantau yang keras demi bisa makan sampai akhir bulan dan dunia rumah dengan segala sesuatu sudah tersedia, hanya dibatasi oleh kehadiran sosok mereka... Biasanya aku yang memilih untuk pulang ke 'rumah' demi menikmati indahnya hidup sebelum perjalanan waktu semakin mengarahkanku pada kemandirian penuh.

Belajar melupakan...

Hari ini, setelah sekian lama tidak bersua, sang sakit gigi menyapaku juga... Bahkan malam ini dia menemaniku semalaman. Aku yang hampir saja lupa rupa dan rasanya, harus membiasakan diri lagi dengan kehadiran sakit yang sudah jadi sahabatku sejak kecil. Pertemuan kami lagi, diawali ketika aku melihat sebuah mobil box putih berisi peralatan sejenis perbengkelan seperti tang, bor, tang, skrup, dua minggu yang lalu. Pemandangan itu menimbulkan sedikit rasa rindu pada sakit gigi. Dengan sedikit rayuan dari kasir penjaga mobil, aku mengikuti rasa rindu sekaligus penasaran. Ternyata, dua minggu yang lalu belum waktunya aku bertemu sang sakit. Dokter  perempuan paruh baya yang bertugas hari itu menyarankan untuk kembali lagi sesuai jadwal mobil box perawatan gigi keliling datang ke kampusku. Akhirnya, tepat dua minggu setelah rasa penasaran menyeruak, aku kembali berada di mobil box itu. Hanya saja dokternya sudah berbeda. Agak tidak cocok dengan p...

Catatan yang tersimpan

Gambar
Aku tak tahu harus mulai dari mana. Jari-jariku kaku. Bukan karena tidak ada yang pantas diceritakan. Tapi justru terlalu banyak yang ingin kutumpahkan. Namun, selalu saja jika topik ini yang kupilih, aku tak tahu bagaimana harus menuliskannya. Mungkinkah dari jutaan kata itu tidak ada yang bisa mewakili apa yang aku rasakan? Mungkinkah semua moment yang tercipta bersamamu adalah benar-benar pengalaman estetis yang meninggalkan kenangan tanpa jejak yang tak bisa diulang? peristiwa yang sama diulang pun, tidak akan menghasilkan kenangan yang sama indahnya. Tapi bukan berarti keindahan hari ini berkurang karena kenangan indah hari kemarin. Begitu juga hari esok. Ketakutanku akan ketidak-tahuan hari esok tidak lantas mengurangi rasa syukurku hari ini. Hari ini estetis. Terlihat sama seperti hari-hari lain, tapi sebenarnya menyimpan kenangannya sendiri di kemudian hari.

Bukan tentang coklat atau mawar

Gambar
Semalam, aku terlambat pergi tidur. Tak disangka, aku terhisap dalam ketertarikan baruku akan dunia blog-ngeblog ini. Jadilah pagi ini aku merasa terlalu cepat untuk bangun karena belum puas menikmati mimpi. Pagi tetap pagi, tak menunggu aku sadar dan terbangun. Matahari berusaha menembus celah-celah kusen jendela dan pintu kamarku, berusaha menarik perhatian mataku untuk memulai persahabatan. Inilah waktunya mataku bekerja keras untuk terbuka dan menyapa sinar. Untukku, memulai segala sesuatu itu sulit. Tapi setelah langkah pertama, langkah kedua ketiga dan seterusnya terasa lebih ringan. Ibarat memutar kran air yang sedang terkunci rapat, setelah berhasil memutarnya, maka tinggal menikmati kucuran yang mengalir. Demikian pula tubuh. Barulah setelah berhasil menyeret tubuh dan menyiramnya dengan air yang bermalam di bak kamar mandi, mata ini menemukan jalan menuju hakikatnya. (halaah..)

Perubahan Ekstrim

Gambar
Malam ini, cuaca mendukung untuk sejenak memberi setitik jejak tentang hari ini, tentang hidup ini.. Cuaca ekstrim siang-panas-membabi buta vs malam-dingin-menembus tulang membuatku sempat tertidur tidak pada waktunya karena kepalaku dan isi-isinya tersentak kaget pada pergantian suhu tanpa permisi. Entah.. mungkin siang dan malam sudah membuat kesepakatan bersama matahari dan hujan.. Siang adalah waktunya matahari bekerja ektsra agar seragam anak sekolah bisa kering untuk dipakai besok dan para ibu bernafas lega, sedangkan malam adalah saatnya hujan bermain bersama kawan-kawannya -angin, kilat dan guntur- untuk memberi dukungan pada mereka yang sedang mencari inspirasi dan ingin bermimpi. Keadilankah tujuannya? hanya alam -dan penciptanya yang masih terus bekerja sampai hari ini- yg tau..  Yang pasti, tak perlulah kita terlibat dalam kesepakatan itu.. tak perlulah kita membuat matahari enggan bersinar dengan mengutukinya.. tak usahlah kita menutupi jalannya air hujan den...